Duh, LMDH Kurang Rawat Hutan Produksi

0
33
Salah seorang LMDH dan petugas Perhutani saat menanam pohon.

BONDOWOSO – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), selama ini menanami lahan milik Perhutani. Termasuk LMDH di wilayah Kecamatan Ijen. Namun banyak yang kurang merawat lahannya. Karenanya, KPH Bondowoso memberi stimulan dengan penghijauan pada Kamis, 10 Januari 2020. Sebanyak seribu pohon macadamia, ditanam di wilayah Hutan Produksi.

Titik penanaman, salah satunya di petak 91 D, RPH Blawan, BKPH Sukosari, KPH Bondowoso. Perhutani mengajak serta anggota Polsek Ijen, Koramil Ijen, Kecamatan Ijen dan juga LMDH dibawah BKPH Sukosari.

ADM Perhutani Bondowoso Agus Sarwedi mengatakan, selama ini hutan produksi dikerjasamakan dengan LMDH. Namun banyak lahan yang seakan beralih fungsi. Hanya ditanami sayur tanpa ditanami tegakan. “Kami mengibaratkan kalau seseorang numpang (rumah, Red), masak mau tidur di kamar pribadi. Kan tidak. Kalau numpang, ya tidur di ruang tamu atau kamar tamu,” jelasnya.

Kiasan itu diperuntukkan bagi para LMDH. Mereka adalah tamu. Sedianya jangan mengalihfungsikan hutan produksi menjadi ladang. Namun berusaha menanam pohon, dengan memanfaatkan lahan dibawahnya. “Makannya memanfaatkan. Bukan alih fungsi,” tegasnya.

Sebagai bentuk mengetuk pintu para LMDH, Perhutani Bondowoso membuat demplot penaman Macacamia di Petak 91 D, RPH Blawan, BKPH Sukosari, kemarin. Letaknya ada disekitar Objek Wisata Kawah Wurung.

Bibit Macadamia, harus dirawat. Demi Kelangsungan Hutan.

Ada sekitar tiga hektare yang dijadikan demplot. Lahan itu adalah lahan yang dimanfaatkan LMDH untuk tanaman kentang. Harapannya penggarap lahan ikut menanam pohon tegakan, dan juga menjaganya. Sehingga tidan hanya mengambil manfaat menanami sayuran seperti kentang dan kubis, namun juga menjaga tegakan yang ada.

Agus menambahkan, adanya penanaman tersebut dalam rangka memulihkan fungsi hutan. Selama ini selama bertahun-tahun, tanaman kayu di berbagai titik belum berhasil. Karenanya pihaknya mendorong dengan memberi contoh. “Sesuai dengan arahan Menteri. Gerakan pemulihan daerah aliran sungai. Ini merupakan hulu (yang menjadi, Red) daerah tangkapan air,” pungkasnya. (red)