Banyak Makam Tak Seragam

0
126
Tim dari PCNU, Baznas dan Kemenag saat usai memasang plang

Makam di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, Bondowoso selama ini masih memakai kira-kira. Terlihat banyak yang arahnya belum seragam. Artinya arah pasnya belum sama. Sebagai langkah penyeragaman, PCNU Bondowoso bersama Baznas dan Kemenag turun untuk membuat patok.

Seperti dilakukan Rabu (29/1/2020) di Pemakaman Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem. Lembaga Falakiyah PCNU melakukan penentuan arah kiblat. Selanjutnya dibuat patokan khusus, yang bisa dijadikan dasar arah penggalian makam.

Beberapa makam yang arahnya belum simetris

Suharyono, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU mengatakan, pihaknya menggunakan sistem epimeris. Sistem ini yang lazim digunakan oleh Kementerian Agama. Awalnya pihaknya mengambil koordinat tempat tersebut. Selanjutnya dihubungkan dengan koordinat Ka’bah. “Selanjutnya kami memakai Rosdul Qiblat. Yakni memakai bayang kiblat,” katanya.

Tepat jam 9.50 WIB pada 29 Januari 2020, bayang-bayang matahari mengarah pada Ka’bah. Saat itulah pihak falakiyah mengambil garis dengan menarik benang. Setelah ketemu arah kiblat, diambil siku 90 derajat untuk dibuat penggalian. “Arah plang yang kami pasang, mengarah Utara dan Selatan,” jelasnya.

Plang tersebutlah yang dijadikan patokan penggalian makam. Sehingga benar-benar menghadapkan orang yang meninggal ke arah kiblat.

Saat penentuan arah kiblat tersebut, pemerintah Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem full mendampingi. Selain itu hadir Pengurus PCNU Ketua KH Abdurrahman Ilyas, Kepala KUA Pakem Mukti Ali, dan perwakilan dari Baznas Bondowoso. (set)